Apa Itu Penilaian Kinerja (Performance Assessment)

Pengertian, Prinsip dan Kualitas Penilaian Kinerja (Performance Assessment)

Pengertian, Prinsip dan Kualitas Penilaian Kinerja (Performance Assessment)
Penilaian Kinerja


Pediapendidikan.com - Penilaian kinerja sering disebut juga penilaian otentik merupakan teknik penilaian multi-dimensional yang dapat dilakukan dengan penilaian tertulis,penilaian perbuatan, dan penugasan. Penilaian kinerja menuntut peserta didik membuat sebuah produk dan/atau mendemonstrasikan sebuah proses.


Dengan demikian, penilaian kinerja menuntut peserta didik untuk melakukan kegiatan berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya, misalnya membuat laporan atau mempraktikkan bagaimana mengukur suhu zat di laboratorium.


Berikut dibawah ini Pengertian, Prinsip dan Kualitas Penilaian Kinerja (Performance Assessment) yang kami kutip melalui Buku Panduan Penilaian Kinerja yang diterbitkan Pusat Penilaian Pendidikan.


Pengertian Penilaian Kinerja


Penilaian kinerja merupakan bentuk penilaian yang menuntut peserta didik mempraktikkan dan mengaplikasikan pengetahuan yang sudah dipelajari ke dalam berbagai macam konteks sesuai dengan kriteria yang diinginkan.


Target pencapaian hasil belajar dalam penilaian kinerja dapat meliputi aspek-aspek: 

  1. pengetahuan; 
  2. praktik dan aplikasi pengetahuan; 
  3. kecakapan dalam berbagai jenis keterampilan komunikasi, visual, karya seni, dan lain-lain; 
  4. produk (hasil karya); dan 
  5. sikap (berhubungan dengan perasaan, sikap, nilai, minat, motivasi).


Jadi dalam hal ini penilaian kinerja dapat mengukur kompetensi yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap.


Penilaian kinerja mempunyai dua karakteristik dasar, yaitu 

  • mempraktikkan kemampuan membuat suatu produk (proses) atau terlibat dalam suatu aktivitas (perbuatan) dan 
  • menghasilkan produk dari tugas kinerja yang diminta. 


Berdasarkan kedua karakteristik dasar tersebut, penilaian kinerja dapat menilai proses, produk, atau keduanya (proses dan produk).


Untuk menentukan bentuk penilaian kinerja yang tepat tergantung pada karakteristik materi yang dinilai dan kompetensi yang diharapkan harus dicapai oleh peserta didik.


Prinsip-prinsip Penilaian Kinerja


Penilaian kinerja dilaksanakan dengan mengacu pada prinsip-prinsip: 

  1. merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran; 
  2. mencerminkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari dan masalah dunia sekolah; 
  3. menggunakan berbagai metode dan kriteria yang sesuai dengan karakteristik dan esensi pengalaman belajar; 
  4. bersifat holistik yang mencakup semua aspek dari tujuan pembelajaran (pengetahuan, keterampilan, dan sikap).


Kualitas Penilaian Kinerja


Kualitas penilaian kinerja sangat bergantung pada tugas kinerja yang diberikan pada peserta didik.


Untuk mendapatkan penilaian kinerja yang berkualitas, ada tujuh kriteria yang harus diperhatikan dalam menentukan tugas kinerja, yaitu:


1. Representatif/dapat digeneralisasi

Tugas kinerja yang diberikan hendaknya dapat memberikan informasi yang memadai mengenai kompetensi yang dinilai. 


Untuk menilai satu kompetensi dasar dapat digunakan beberapa tugas yang berbeda.


Tugas-tugas tersebut hendaknya sebanding dan memberi informasi mengenai kompetensi yang dinilai sehingga peserta didik tidak dirugikan karena mendapat tugas kinerja yang berbeda.


2. Otentik

Tugas kinerja yang diberikan kepada peserta didik merefleksikan kehidupan nyata. Tugas kinerja ini dilakukan pada saat aktivitas pembelajaran di kelas, di laboratorium atau dalam kehidupan sehari-hari.


3. Multidomain

Tugas kinerja yang diberikan kepada peserta didik mengukur lebih dari satu aspek, yaitu aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara terintegrasi.


4. Dapat diajarkan

Tugas kinerja yang diberikan berkaitan dengan materi yang diajarkan. Pendidik memberikan umpan balik yang konstruktif terhadap hasil pekerjaan peserta didik, sehingga tugas kinerja yang diberikan dapat meningkatkan pemahaman pengetahuan dan kemampuan keterampilan peserta didik.


5. Adil

Tugas kinerja yang diberikan tidak menguntungkan kelompok tertentu berdasarkan jenis kelamin, suku bangsa, agama, dan status sosial ekonomi.


6. Fisibel

Tugas kinerja yang diberikan dapat dilaksanakan, artinya harus mempertimbangkan faktor biaya, tempat, waktu, dan peralatan.


7. Dapat diskor

Tugas yang diberikan dapat diskor dengan akurat dan reliabel dengan menggunakan pedoman penskoran (rubrik) yang tepat.


Selain tujuh kriteria di atas, hal-hal lain yang perlu diperhatikan dalam penilaian kinerja antara lain:


1. Relevan

Guru harus memastikan penugasan yang akan dinilai relevan dengan tuntutan kompetensi dalam kurikulum. 


Guru memilih penugasan yang akan dinilai menyesuaikan dengan tingkat kompetensi peserta didik, misalnya penugasan yang akan dinilai didasarkan pada tingkat kompleksitas, tahapan, dan waktu dalam melakukan tugas tersebut.


2. Mewakili kompetensi yang dinilai


Penugasan yang diberikan guru mewakili kompetensi-kompetensi dalam kurikulum. Pemilihan tugas ini didasarkan pada urgensi, keterpakaian, dan representatif.


3. Objektivitas

Penilaian kinerja didasarkan pada rubrik penilaian yang telah ditetapkan dan tidak dipengaruhi oleh subjektivitas penilai.


Walaupun penilaian kinerja memiliki keunggulan dalam menilai kemampuan peserta didik, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan penilaian kinerja, antara lain:

  • tidak semua tujuan pembelajaran yang tercantum pada setiap kompetensi dasar harus dinilai melalui penilaian kinerja; 
  • dalam penyusunan rubrik, perlu diperhatikan kriteria dalam pemberian skor dan kualitas dari setiap kriteria; dan
  • perlu diperhatikan waktu untuk mengerjakan dan memeriksa tugas kinerja.


Demikian yang dapat kami sampaikan tentang Apa Itu Penilaian Kinerja (Performance Assessment) yang terdiri dari Pengertian, Prinsip dan Kualitas Penilaian Kinerja.


Download Buku Panduan Penilaian Kinerja : Unduh disini


Semoga bermanfaat.

Posting Komentar untuk "Apa Itu Penilaian Kinerja (Performance Assessment)"