Tahapan Pelaksanaan Penilaian Formatif

Proses Pelaksanaan Penilaian Formatif

3 Tahapan Pelaksanaan Penilaian Formatif
Pelaksanaan Penilaian Formatif


Pediapendidikan.com - Menurut Bell dan Cowie (2002), penilaian formatif dilakukan melalui tahap-tahap: (1) Pengumpulan Informasi (elisitasi), (2) Pengolahan dan Interpretasi Informasi, dan (3) Pengambilan Tindakan berdasarkan hasil interpretasi penilaian. Ketiga tahapan tersebut merupakan sebuah siklus yang merupakan bagian dari proses belajar mengajar.


Tahap 1 Pengumpulan Informasi (Elisitasi)


Tahap pertama dari penilaian formatif adalah pengumpulan informasi (elisitasi). Pada tahap ini, pendidik mengumpulkan bukti-bukti mengenai penguasaan materi/kompetensi yang dapat dilakukan dengan berbagai macam teknik sebagaimana telah dijelaskan atau disajikan pada artikel sebelumnya yaitu Model Penilaian Formatif.


Walaupun banyak teknik yang dapat digunakan untuk memperoleh data mengenai kemajuan penguasaan kompetensi peserta didik baik untuk ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan, namun juga terdapat beberapa teknik hanya cocok untuk ranah tertentu.


Oleh karena itu, teknik yang digunakan pendidik hendaknya sesuai dengan ranah kompetensi yang hendak diketahui kemajuan penguasaannya.


Selain itu, teknik yang diterapkan hendaknya bervariasi dari waktu ke waktu. Teknik yang sama apabila digunakan beberapa kali dalam satu tatap muka bisa menjadikan peserta didik bosan.


Sebaiknya beberapa teknik elisitasi informasi yang berbeda digunakan. Akan lebih baik lagi kalau teknik yang diterapkan mengandung unsur menyenangkan/ menghibur/permainan.


Perlu diingat bahwa penilaian formatif umumnya tidak dilakukan secara formal dengan alat ukur atau instrumen yang standar.


Pelaksanaannya juga biasanya tidak dengan aturan yang ketat seperti pada penilaian sumatif.


Tahap 2 Pengolahan dan Interpretasi Informasi


Tahap kedua pada siklus penilaian formatif adalah interpretasi informasi. Pada tahap ini, pendidik dengan cepat mengolah data penilaian yang telah diperoleh.


Walaupun pengolahan informasi penilaian formatif akan lebih akurat apabila dilakukan secara formal, pengolahan data tersebut umumnya bersifat informal, biasanya tidak memerlukan teknis analisis formal.


Pendidik dapat dengan spontan ‘mengolahnya dalam otak’ lalu melakukan interpretasi saat itu juga. Untuk dapat menginterpretasi informasi dengan baik, pendidik perlu memahami capaian kompetensi yang diharapkan dari setiap penilaian yang dilakukan.


Pendidik perlu menetapkan pedoman penskoran dari setiap penilaian yang dilakukan. Pedoman penskoran berisi gambaran tentang aspek apa saja yang diharapkan dapat diperoleh dari penilaian yang dilakukan dan kualitas capaian peserta didik dari hasil pengamatan.


Pedoman penskoran pada penilaian formatif lebih fleksibel dan harus sudah dipahami secara langsung oleh pendidik sehingga pendidik tidak perlu memegang pedoman penskoran pada saat penilaian formatif dilakukan di kelas.


Pada tahap ini pendidik membuat sejumlah kesimpulan atas beberapa pertanyaan, antara lain:

  1. Secara umum peserta didik telah menguasai materi/kompetensi secara umum;
  2. Apakah semua peserta didik telah menguasai materi dengan baik;
  3. Materi mana yang sudah dikuasai dan yang belum dikuasai dengan baik;
  4. Siapa saja yang telah menguasai materi dan yang belum menguasai materi dengan baik;
  5. Apa yang telah menyebabkan sejumlah anak belum menguasai materi dengan baik.


Untuk mengambil kesimpulan seberapa baik peserta didik telah mencapai kemajuan (menguasai kompetensi), pendidik umumnya membandingkan penguasaan yang telah dicapai peserta didik dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya (criterion-referenced formative assessment).


Meskipun demikian, ada sejumlah pendidik yang membandingkannya dengan penguasaan awal peserta didik yang bersangkutan (student-referenced formative assessment).


Untuk dapat memberikan umpan balik dan tindakan yang tepat, pendidik dapat menggunakan dua pendekatan tersebut.


Tahap 3 Pengambilan Tindakan


Tahap ketiga pada proses penilaian formatif adalah pengambilan tindakan berdasarkan hasil interpretasi informasi penilaian.


Pada tahap ini pendidik memberikan umpan balik (feedback) yang meliputi pemberitahuan mengenai tingkat penguasaan peserta didik, materi mana yang sudah dikuasai, mana yang belum, dan bagaimana tindak lanjut pembelajarannya.


Bagian terpenting dari tahap ini adalah melakukan kegiatan pembelajaran kepada peserta didik yang difasilitasi pendidik.


Mereka adalah peserta didik yang penguasaannya belum memenuhi kriteria yang ditetapkan sebelumnya dan/atau yang kemanjuannya belum optimal.


Pendidik melakukan tindakan (intervensi) secara langsung (spontan) atau dapat ditunda. Tindakan dapat terjadi pada tingkat kelas, kelompok, atau individu.


Demikian yang dapat kami sampaikan tentang Tahapan Pelaksanaan Penilaian Formatif, semoga bermanfaat untuk kita semua, aamiin.

Posting Komentar untuk "Tahapan Pelaksanaan Penilaian Formatif"