Teknik Penulisan Soal Menjodohkan sesuai Kaidah

Kaidah Penulisan Soal Menjodohkan

Teknik Penulisan Soal Menjodohkan sesuai Kaidah
Soal Menjodohkan


Pediapendidikan.com - Bentuk soal menjodohkan mengukur kemampuan peserta tes dalam mencocokkan, menyesuaikan, dan menghubungkan antardua pernyataan yang disediakan. Soal ini terdiri atas dua lajur.


Lajur pertama (sebelah kiri) berupa pokok soal dan lajur kedua (sebelah kanan) berupa respons (jawaban).


Keunggulan dan Keterbatasan Soal Menjodohkan


Berikut adalah keunggulan dan keterbatasan bentuk soal menjodohkan.


Keunggulan

  • Relatif lebih mudah dalam perumusan butir soal
  • Ringkas dan efektif dilihat dari segi rumusan butir soal dan pilihan jawaban
  • Penskoran dapat dilakukan dengan mudah, cepat, dan objektif


Keterbatasan

  • Cenderung mengukur kemampuan mengingat, sehingga kurang tepat digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif yang lebih tinggi.
  • Kemampuan menebak dengan benar relatif tinggi karena jumlah pernyataan soal (dalam lajur sebelah kiri) dengan pernyataan jawaban (dalam lajur sebelah kanan) tidak banyak berbeda.
  • Tidak semua materi atau konsep dapat dilakukan bentuk soal menjodohkan.


Kaidah-kaidah Penulisan Soal Menjodohkan


Kaidah yang perlu diperhatikan dalam penulisan soal menjodohkan adalah materi, konstruksi, dan bahasa.


Materi

  • Soal harus sesuai dengan indikator.
  • Soal harus logis dan homogen ditinjau dari segi materi.
  • Rumusan pokok soal dan jawaban harus merupakan pernyataan yang berkaitan dengan materi yang diukur.


Konstruksi

  • Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas.
  • Pokok soal tidak memberi petunjuk ke arah jawaban.
  • Pokok soal tidak mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda.
  • Gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi.
  • Setiap butir soal dalam satu paket tes yang sama tidak boleh berisi informasi yang bisa mempengaruhi peserta didik dalam menjawab butir soal lain.
  • Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas.
  • Jumlah jawaban lebih banyak dari pokok soal.
  • Pokok soal dan jawaban disusun secara sistematis dan kronologis.
  • Pokok soal dan jawaban disusun secara homogen dan paralel.
  • Soal merupakan pernyataan yang berkaitan dengan materi yang diukur.
  • Soal tidak memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar maupun salah.
  • Kalimat pada pokok soal relatif lebih panjang daripada jawaban.
  • Pokok soal menggunakan angka sedangkan jawaban menggunakan huruf.


Bahasa

  • Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia.
  • Setiap soal harus menggunakan bahasa yang komunikatif.
  • Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat, terutama jika soal akan digunakan untuk daerah lain atau nasional.



Contoh Soal Menjodohkan

Soal Menjodohkan sesuai kaidah yang berlaku
Soal Menjodohkan sesuai Kaidah


Demikian yang dapat kami sampaikan tentang Penulisan Soal Menjodohkan sesuai Kaidah yang kami kutip melalui buku panduan Panduan Penilaian Tes Tertulis yang diterbitkan oleh Pusat Penilaian Pendidikan.


Semoga bermanfaat bagi kita semua, aamiin.

Posting Komentar untuk "Teknik Penulisan Soal Menjodohkan sesuai Kaidah"