Pengertian, Prinsip-prinsip dan Kriteria Penyusunan Penilaian Kinerja (Performance Assessment)

Pengertian, Prinsip-prinsip dan Kriteria Penyusunan Penilaian Kinerja (Performance Assessment)
Penilaian Kinerja (Performance Assessment)

Penilaian Kinerja (Performance Assessment) Siswa yang Berkualitas


Teknik penilaian saat ini harus memiliki kontribusi nyata terhadap pencapaian mutu lulusan yang memiliki keterampilan berpikir kritis dan kreatif, keterampilan berkomunikasi, dan keterampilan berkolaborasi. Oleh karena itu penilaian harus fokus mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi dan mengukur kinerja peserta didik. berikut Pengertian, Prinsip-prinsip dan Kriteria Penyusunan Penilaian Kinerja (Performance Assessment)

Penilaian kinerja sering disebut juga penilaian otentik merupakan teknik penilaian multi-dimensional yang dapat dilakukan dengan penilaian tertulis,penilaian perbuatan, dan penugasan. Penilaian kinerja menuntut peserta didik membuat sebuah produk dan/atau mendemonstrasikan sebuah proses.

Baca Juga: Panduan Penilaian Kinerja Peserta Didik (Performance Assessment)

Dengan demikian, penilaian kinerja menuntut peserta didik untuk melakukan kegiatan berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya, misalnya membuat laporan atau mempraktikkan bagaimana mengukur suhu zat di laboratorium.


Pengertian Penilaian Kinerja


Penilaian kinerja merupakan bentuk penilaian yang menuntut peserta didik mempraktikkan dan mengaplikasikan pengetahuan yang sudah dipelajari ke dalam berbagai macam konteks sesuai dengan kriteria yang diinginkan.

Baca Juga: Bentuk-bentuk dan Contoh Penilaian Kinerja Peserta Didik

Target pencapaian hasil belajar dalam penilaian kinerja dapat meliputi aspek-aspek:

  1. Pengetahuan
  2. Praktik dan aplikasi pengetahuan
  3. Kecakapan dalam berbagai jenis keterampilan komunikasi, visual, karya seni, dan lain-lain;
  4. Produk (hasil karya)
  5. Sikap (berhubungan dengan perasaan, sikap, nilai, minat, motivasi).


Jadi dalam hal ini penilaian kinerja dapat mengukur kompetensi yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

Penilaian kinerja mempunyai dua karakteristik dasar, yaitu

  1. Mempraktikkan kemampuan membuat suatu produk (proses) atau terlibat dalam suatu aktivitas (perbuatan) dan 
  2. Menghasilkan produk dari tugas kinerja yang diminta.


Berdasarkan kedua karakteristik dasar tersebut, penilaian kinerja dapat menilai proses, produk, atau keduanya (proses dan produk).

Untuk menentukan bentuk penilaian kinerja yang tepat tergantung pada karakteristik materi yang dinilai dan kompetensi yang diharapkan harus dicapai oleh peserta didik.


Prinsip-prinsip Penilaian Kinerja


Penilaian kinerja dilaksanakan dengan mengacu pada prinsip-prinsip:

  1. Merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran; 
  2. Mencerminkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari dan masalah dunia sekolah; 
  3. Menggunakan berbagai metode dan kriteria yang sesuai dengan karakteristik dan esensi pengalaman belajar; 
  4. Bersifat holistik yang mencakup semua aspek dari tujuan pembelajaran (pengetahuan, keterampilan, dan sikap).



Kriteria Penilaian Kinerja


Kualitas penilaian kinerja sangat bergantung pada tugas kinerja yang diberikan pada peserta didik. Untuk mendapatkan penilaian kinerja yang berkualitas, ada tujuh kriteria yang harus diperhatikan dalam menentukan tugas kinerja, yaitu:

1. Representatif/dapat digeneralisasi


Tugas kinerja yang diberikan hendaknya dapat memberikan informasi yang memadai mengenai kompetensi yang dinilai. Untuk menilai satu kompetensi dasar dapat digunakan beberapa tugas yang berbeda. Tugas-tugas tersebut hendaknya sebanding dan memberi informasi mengenai kompetensi yang dinilai sehingga peserta didik tidak dirugikan karena mendapat tugas kinerja yang berbeda.

2. Otentik


Tugas kinerja yang diberikan kepada peserta didik merefleksikan kehidupan nyata. Tugas kinerja ini dilakukan pada saat aktivitas pembelajaran di kelas, di laboratorium atau dalam kehidupan sehari-hari.

3. Multidomain


Tugas kinerja yang diberikan kepada peserta didik mengukur lebih dari satu aspek, yaitu aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara terintegrasi.

4. Dapat diajarkan


Tugas kinerja yang diberikan berkaitan dengan materi yang diajarkan. Pendidik memberikan umpan balik yang konstruktif terhadap hasil pekerjaan peserta didik, sehingga tugas kinerja yang diberikan dapat meningkatkan pemahaman pengetahuan dan kemampuan keterampilan peserta didik.

5. Adil


Tugas kinerja yang diberikan tidak menguntungkan kelompok tertentu berdasarkan jenis kelamin, suku bangsa, agama, dan status sosial ekonomi.

6. Fisibel


Tugas kinerja yang diberikan dapat dilaksanakan, artinya harus mempertimbangkan faktor biaya, tempat, waktu, dan peralatan.

7. Dapat diskor


Tugas yang diberikan dapat diskor dengan akurat dan reliabel dengan menggunakan pedoman penskoran (rubrik) yang tepat.


Hal-hal yang harus diperhatikan dalam Penilaian Kinerja


Selain tujuh kriteria di atas, hal-hal lain yang perlu diperhatikan dalam penilaian kinerja antara lain:

1. Relevan


Guru harus memastikan penugasan yang akan dinilai relevan dengan tuntutan kompetensi dalam kurikulum. Guru memilih penugasan yang akan dinilai menyesuaikan dengan tingkat kompetensi peserta didik, misalnya penugasan yang akan dinilai didasarkan pada tingkat kompleksitas, tahapan, dan waktu dalam melakukan tugas tersebut.

2. Mewakili kompetensi yang dinilai


Penugasan yang diberikan guru mewakili kompetensi-kompetensi dalam kurikulum. Pemilihan tugas ini didasarkan pada urgensi, keterpakaian, dan representatif.

3. Objektivitas


Penilaian kinerja didasarkan pada rubrik penilaian yang telah ditetapkan dan tidak dipengaruhi oleh subjektivitas penilai.

Walaupun penilaian kinerja memiliki keunggulan dalam menilai kemampuan peserta didik, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan penilaian kinerja, antara lain:

  1. Tidak semua tujuan pembelajaran yang tercantum pada setiap kompetensi dasar harus dinilai melalui penilaian kinerja; 
  2. Dalam penyusunan rubrik, perlu diperhatikan kriteria dalam pemberian skor dan kualitas dari setiap kriteria; dan 
  3. Perlu diperhatikan waktu untuk mengerjakan dan memeriksa tugas kinerja.


Pengertian, Prinsip-prinsip dan Kriteria Penyusunan Penilaian Kinerja (Performance Assessment) yang berkualitas


Demikian yang kami sampaikan tentang Penilaian Kinerja (Performance Assessment) Siswa yang Berkualitas, semoga bermanfaat untuk kita semua, aamiin.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengertian, Prinsip-prinsip dan Kriteria Penyusunan Penilaian Kinerja (Performance Assessment)"

Posting Komentar